Jumat, 19 Juli 2013

Meraba Gunung Anak Krakatau



Tidak pernah terbayangkan sebelumnya pada akhirnya saya bisa menginjakkan di salah satu gunung legendaris di Indonesia. Setelah bertahun-tahun memendam hasrat untuk bisa sampai kesana akhirnya saya kesampaian juga  menginjakkan kaki ke Gunung Anak Krakatau. Rencana ini bermula dari ajakan teman sekantor yang mendapatkan informasi penawaran melakukan gathering ke Gunung Anak Krakatau. Tanpa perlu pikir panjang saya menerima ajakan itu. Bersama 3 teman kantor yang lain, kami pun berangkat ke Krakatau. Ini pertama kalinya saya ikut trip bersama anggota komunitas backpacker, karena selama ini saya hanya melakukan traveling  tanpa event organizer. 

Pulau Sebesi
Untuk menuju ke kawasan Krakatau ini sebenarnya ada 2 cara yang bisa ditempuh, kita bisa menuju ke Lampung terlebih dahulu  dengan menggunakan Kapal ferry kemudian menuju dermaga yang terdekat dengan Krakatau, atau kita bisa langsung menuju Krakatau dari pantai carita banten. Ternyata EO ini memilih untuk melakukan perjalanan ke lampung terlebih dahulu. Perjalanan dimulai di Jumat malam selepas pulang kantor. Menurut jadwal yang ditetapkan oleh pihak EO, rombongan harus sudah sampai di pelabuhan merak paling lambat pukul 1 dini hari. Untuk menuju Pelabuhan Merak kita naik dari pintu tol kebon jeruk, di lokasi ini memang banyak bis-bis yang ngetem ke tujuan tertentu. Untuk menuju Pelabuhan Merak pada umumnya banyak bus yang bisa digunakan. Bus dari Kalideres, Bekasi, Pulogadung, dan Kampung Rambutan selalu ada hampir 24 jam. Bus dari Kampung Rambutan atau Bekasi selalu melewati daerah Slipi dan Kebon Jeruk.Ternyata bus yang kita tumpangi penuh sesak, karena memang di akhir pekan khususnya malam sabtu  banyak warga yang pulang menuju rumahnya yang terletak di pinggiran kota Jakarta. Ongkosnya sekitar 20 ribu untuk Bus AC, jarak yang ditempuh sekitar 3 jam menuju Pelabuhan Merak. Setelah sampai di pelabuhan merak kami bertemu teman 1 rombongan yang sama-sama akan menuju ke Krakatau, kami pun berkenalan satu sama lain. Setelah semua anggota rombongan berkumpul, kami pun menaiki kapal ferry menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung. Perjalanan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni memakan waktu sekitar 2-3 jam. Suasana di atas kapal cukup ramai. Karena belum sempat memejamkan mata sejak berangkat dari kebon jeruk kami memutuskan untuk masuk ke ruangan bisnis. Untuk masuk ruangan bisnis ini kita harus menambah biaya masuk sebesar 5000 rupiah. Di ruangan bisnis yang cukup nyaman karena dilengkapi AC, kursi-kursi penumpang sudah terisi penuh. Saya memutuskan untuk merebahkan diri di lantai, kondisi lantai memang cukup bersih sehingga saya tidak segan untuk merebahkan badan untuk sejenak tidur. Setelah mengarungi lautan selama kurang lebih 3 jam kami sampai di Pelabuhan Bakauheni. Dari Pelabuhan bakauheni kita harus melanjutkan perjalanan darat untuk menuju dermaga canti. Untuk menuju ke dermaga canti kita menggunakan angkot berwarna kuning yang memang sudah disiapkan oleh pihak EO. Perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni Lampung ke Dermaga canti sekitar satu setengah jam. 

Bersiap Naik Kapal
Sesampainya di dermaga canti kita langsung disambut deretan perahu-perahu motor yang bersiap mengantar menuju Krakatau. Bentuk perahu motor yang melayani rute Krakatau ini tidak jauh berbeda dengan kapal yang melayani rute Muara Angke-Pulau Tidung, hanya saja ukurannya lebih kecil. Tujuan pertama dari perjalanan ini adalah menuju pulau sebuku kecil. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan luar biasa. Dari jauh terlihat deretan gugusan pulau krakatau yang berjejer indah. Sebagian besar penumpang kapal duduk di atap kapal untuk menikmati pemandangan alam sekitar. Lajunya kapal motor yang kami naiki memang agak lambat, setelah 1 jam perjalanan kita sampai di pulau sebuku kecil. Di pulau ini kita bisa bermain-main air dan berfoto ria. 

Pulau Sebuku Kecil

Pantai di pulau ini sungguh cantik, perpaduan pasir putih dan air laut yang berwarna hijau tosca. Setelah setengah jam berada disini perjalanan dilanjutkan untuk snorkeling tidak jauh dari pantai sebuku kecil. Setelah snorkeling barulah kita menuju Pulau Sebesi. Di pulau inilah tempat rombongan menginap. Rombongan menginap di salah satu rumah warga yang memang sengaja disewakan apabila ada wisatawan yang menuju ke pulau sebesi. Fasilitas di Pulau ini boleh dibilang cukup terbatas. Di perkampungan warga kita hanya menemukan 2 warung. Sinyal operator seluler sangat sulit didapat. Selain itu listrik hanya menyala dari jam 6 sore hingga jam 12 malam yang dipasok dari PLN dengan menggunakan 2 buah generator diesel. Tetapi minimnya fasilitas itu tidak mengurangi semangat berpetualangan para awak rombongan.

Di Atas Kapal
Setelah istirahat dan makan siang awak rombongan kembali diajak untuk snorkeling lagi dengan lokasi yang berbeda. Saya yang merasa badan agak sedikit capek karena snorkling di pagi hari memilih tidak ikut “nyemplung” dan hanya bersantai ria di atas kapal. Setelah puas bersnorkling , kita kembali mengarungi lautan untuk menuju sebuah pulau kecil bernama pulau umang-umang. Kami pun akhirnya mandi-mandi lagi di pantai pulau umang-umang. Setelah sore hari kami pun kembali menuju penginapan di Pulau Sebuku untuk istirahat dan makan malam. Ketika malam hari kami diberitahu bahwa ternyata kita harus berangkat menuju anak Krakatau lebih pagi yaitu jam setengah 4 pagi. Saya pun memutuskan untuk cepat-cepat tidur agar bisa bangun tepat waktu. Pada dini hari jam 3 ternyata hamper semua awak rombongan sudah pada bersiap untuk menyambut sunrise di anak Krakatau. Kita pun bersama-sama menaiki perahu untuk sampai ke gunung anak Krakatau. Perjalanan dari Pulau Sebesi ke Anak Krakatau memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 2 jam. Makin mendekati Anak Krakatau, gelombang laut pun makin tinggi dan ganas. Akhirnya setelah perjalanan yang menegangkan sampailah kita ke pulau anak Krakatau.

Menuruni Gunung
Amazing!!!
Bersama-sama kita trekking hingga ke puncak Krakatau dengan didampingi oleh seorang pemandu. Pemandangan sungguh-sungguh spektakuler. Awal perjalanan kita disambut lebatnya hutan tropis hingga akhirnya pemandangan berubah menjadi lautan pasir indah dan bebatuan vulkanik. Pada tahap inilah pendakian mulai curam. Disini kita harus mulai berhati-hati dalam mendakinya. Kami mendaki hanya sampai bibir kawah bekas letusan dan tidak bisa mencapai ke atas lagi karena puncak anak Krakatau masih aktif dan berpotensi membahayakan. Pemandangan di atas sangat spektakuler. Dari atas kita bisa melihat dengan jelas Gunung Rakata yang merupakan bekas induk dari gunung anak Krakatau. Setelah berpuas diri melihat indahnya pemandangan dari atas gunung kita pun kembali turun untuk menuju kapal. Sesampainya di Pulau Sebesi kita langsung diminta untuk packing bersiap pulang. Setelah makan siang akhirnya kita meninggalkan Krakatau dengan perasaan gembira.

Kamis, 27 Juni 2013

Jalan-jalan ke Pulau Tidung





Pulau tidung saat ini menjadi primadona untuk wisata bahari di kepulauan seribu Jakarta. Meskipun ada pulau-pulau wisata lainnya seperti pulau pramuka, pulau pari, dsb. pulau tidung tetap menjadi lokasi favorit dan paling ramai. Pulau tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau tidung sendiri terdiri atas 2 pulau yaitu pulau tidung besar dan pulau tidung kecil. Kedua pulau ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang dinamakan dengan “jembatan cinta”. Jembatan inilah yang menjadi ikon pulau tidung. Saat ini sangat banyak biro-biro wisata yang menawarkan paket perjalanan ke pulau tidung. Anda tinggal mengetik “pulau tidung” di google sudah banyak penawaran-penawaran dari biro travel untuk berwisata kesana. Untuk harganya biasanya berkisar Rp. 300 ribu sampai Rp. 400 ribu per orang. Semakin banyak orang yang ikut tentu saja harga akan jauh lebih murah. Biasanya wisatawan yang berwisata mengambil hari sabtu dan minggu. Di lokasi pulau tidung banyak hal yang bisa dilakukan mulai dari snorkeling, bersepeda, ataupun watersport. Lokasi pulau tidung memang cocok bagi yang ingin sejenak menikmati refreshing baik dengan rekan sekantor atau keluarga. Berikut saya akan berikan sedikit itinerary perjalanan menuju pulau tidung dan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan disana.



Keberangkatan menuju pulau tidung biasanya dilakukan pada pagi hari. Dermaga atau pelabuhan untuk menuju pulau tidung adalah dermaga muara angke. Sebenarnya ada beberapa paket wisata yang menawarkan keberangkatan dari ancol, namun harganya cukup mahal. Kapal biasanya akan mulai berangkat mulai pukul 07.00 pagi. Buat anda yang berwisata rombongan sebaiknya dapat mengatur waktu berkumpul sepagi mungkin. Aturlah misalnya anda berkumpul di suatu tempat pada pukul 05.00 pagi. Kenapa harus pagi-pagi sekali? Karena kita menghindari segala sesuatu yang dapat membuang waktu. Sebaiknya anda membawa mobil pribadi sendiri untuk menuju pelabuhan ini. Di lokasi dermaga cukup banyak ditemukan parkir inap bagi para wisatawan yang akan ke pulau tidung. Lokasi dermaga terletak di tengah-tengah pasar ikan muara angke, sehingga ketika kita akan sampai menuju lokasi alur lalu lintas memang akan sedikit macet karena kecilnya jalan dan banyaknya kendaraan yang akan sama-sama berwisata juga ke pulau tidung.



Suasana dermaga di sabtu pagi memang sangat ramai. Kapal-kapal yang akan memabawa ke pulau tidung sudah berjejer dan siap menampung para penumpang. Nah biasanya di lokasi inilah para wisatawan bertemu dengan pihak biro travel. Biro travel akan mengurus dan mengarahkan anda ke kapal yang akan anda naiki menuju pulau tidung. Jangan membayangkan kapal yang akan kita naiki adalah semacam kapal pesiar ataupun yacht. Kapal yang dinaiki adalah kapal kayu nelayan bertingkat dua. Di atas kapal kondisinya memang agak kurang nyaman, karena kita bakal berjejalan dengan wisatawan lain yang menuju pulau tidung. Namun disinilah sensasinya, buat sebagian orang yang tidak kuat angin laut sebaiknya sudah mempersiapkan diri untuk minum obat anti mabuk atau menggunakan minyak angin. Perjalanan menuju pulau tidung dari dermaga muara angke sekitar 2-3 jam. Kondisi cuaca dan gelombang laut memang akan berpengaruh pada perjalanan kapal. Apabila gelombang sedang tinggi dan cuaca buruk tentu saja kapal tidak akan berani melaut.


Setelah 2-3 jam perjalanan kita sudah sampai di pulau tidung. Sesampainya di dermaga kita sudah dijemput oleh pihak biro travel di pulau tidung untuk mengarahkan ke homestay tempat kita menginap. Suasana di pulau tidung tidak jauh berbeda dengan suasana di kampung-kampung kota Jakarta pada umumnya. Biasanya kita menginap di rumah penduduk yang memang sudah di setting untuk penginapan wisatawan. Setelah sampai di homestay kita diberikan waktu untuk beristirahat sebentar dan merebahkan badan. Acara selanjutnya wisatawan akan diajak untuk bersepeda santai keliling pulau, biasanya di masing-masing homestay yang dipakai untuk menginap wisatawan sudah terparkir jejeran sepeda yang akan dipakai untuk berkeliling pulau. Sepanjang perjalanan kita akan diajak berkeliling menyusuri jalanan kampung pulau sampai tiba pada saat makan siang. Untuk makan siang biasanya sudah dihidangkan di homestay tempat kita menginap, makan siang dihidangkan dalam bentuk prasmanan.


Setelah makan siang dan sholat dzuhur para wisatawan akan diajak snorkeling. Inilah kegiatan yang jadi salah satu favorit para wisatawan. Snorkling ini ternyata dilakukan di luar pulau tidung. Untuk menuju ke spot menyelam kita harus naik kapal nelayan. Sesampainya di titik lokasi kita akan berjumpa dengan rombongan wisatawan lain yang snorkeling. Disini kita bisa menyaksikan kumpulan ikan-ikan dan terumbu karang yang cantik. Buat yang tidak bisa berenang jangan kuatir karena jaket pelampung cukup kuat untuk menahan beban tubuh. Setelah selesai snorkeling wisatawan akan diajak ke area jembatan cinta untuk watersport banana boat. Banana boat biasanya sudah termasuk include dalam paket wisata, namun kalau anda ingin mencoba watersport yang lain akan dikenakan biaya tambahan. Selain watersport disini kita juga dapat menikmati wisata pantai pasir putih, karena memang di lokasi jembatan cinta inilah pantai pasir putih yang paling ramai didatangi wisatawan. Wisatawan akan diajak kembali menuju lokasi homestay pada saat menjelang sunset. Di atas kapal sepanjang perjalanan pulang menuju homestay kita akan disuguhi pemandangan sunset yang mempesona dari atas kapal. Sesampainya di homestay kita dipersilahkan untuk sejenak istirahat dan mandi. Pada malam harinya biasanya pihak biro travel membuat acara barbeque. Kita akan disuguhi berbagai hidangan laut yang dibakar seperti ikan, udang dan cumi.



Pada keesokan paginya kita diajak untuk berburu matahari terbit. Pada jam 5 atau setelah subuh kita sudah diminta berkumpul di depan homestay untuk bersepeda menuju ke jembatan cinta sebagai titik lokasi untuk menyaksikan matahari terbit. Di lokasi jembatan cinta pada pagi hari suasana juga sudah ramai oleh banyak orang yang akan menyaksikan matahari terbit. Di sini kita bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit yang indah. Setelah cuaca sudah mulai terang kita akan diajak menyusuri jembatan cinta untuk menuju pulau tidung kecil. Pulau tidung kecil memang tidak sebesar pulau tidung besar. Di pulau yang tidak berpenghuni ini banyak ditumbuhi hutan mangrove. Kita akan diajak menyusuri jalan setapak sampai menuju suatu pantai yang menjadi titik akhir pemberhentian dari pulau tidung kecil ini. Setelah dirasa cukup, kita akan diajak kembali untuk menuju homestay untuk sarapan pagi. Setelah sarapan pagi inilah menjadi akhir perjalanan dari kegiatan wisata di pulau tidung. Para wisatawan diminta untuk berkemas dan mempersiapkan diri untuk menuju dermaga kembali menuju muara angke. Biasanya kapal yang kembali menuju ke muara angke mulai berangkat sekitar pukul 11 siang. Pada jam 12 siang wisatawan sudah kembali ke kapal untuk menuju ke dermaga muara angke.

Senin, 10 Juni 2013

5 Lokasi Wisata di Jogja dengan Pemandangan Sunset Terbaik



Panorama sunset atau matahari terbenam selalu membuat orang berdecak kagum. Perubahan warna langit yang menawan dari terang menuju gelap serta mentari yang tenggelam di balik awan-awan menjadi pemandangan yang spektakuler. Pemadangan pada saat sunset ini sering jadi buruan objek foto terutama bagi pecinta fotografi. Di beberapa lokasi wisata di Jogja kita dapat menikmati pemandangan sunset ini dengan sempurna. Berikut saya berikan info mengenai 5 lokasi wisata di Jogja dengan pemandangan sunset terbaik.

1. Pantai Parangtritis


Pantai parangtritis sudah sejak lama jadi favorit warga jogja untuk menghabiskan waktu sore hari. Pantai paling populer di Yogyakarta dan menjadi salah satu ikon pariwisata di Jogja. Pemandangan sunset di Parangtritis dapat membuat kita berdecak kagum, apabila cuaca sedang cerah kita bisa menyaksikan perubahan warna langit yang menawan dari terang menuju gelap yang indah tanpa terhalang apapun.

2. Candi Ratu Boko


Pemandangan sunset yang menawan tidak harus ditemukan di pantai, tetapi pemandangan sunset ini bisa ditemukan pula di Candi Ratu Boko. Terletak di sebelah selatan Candi Prambanan, pemandangan sunset dari candi ini benar-benar indah. Pemandangan langit sunset dengan latar bekas reruntuhan candi jadi objek foto yang spektakuler. Beberapa situs wisata luar negeri mengatakan bahwa pemandangan sunset di candi ini merupakan salah satu yang terbaik di Asia tenggara.

3. Candi Prambanan


Bagi para pecinta fotografi, Candi Prambanan juga merupakan salah satu spot favorit untuk mengabadikan pemandangan sunset. Pemandangan sunset dari Candi Prambanan menyajikan kedamaian dan kemegahan yang berpadu dengan keindahan. Di tempat ini Anda akan menyaksikan sunset yang mempesona. Sudah sejak lama pemandangan sunset di Candi Prambanan sering dijadikan sebagai sarana promosi mengenai pariwisata di Indonesia.

4. Pantai Sundak Gunungkidul


Pantai Sundak memang kalah terkenalnya dibanding dengan Pantai Parangtritis. Namun, kecantikan pemandangan sunset di Pantai ini bisa memikat orang untuk jauh-jauh datang ke pantai ini. Lokasi pantai ini memang cukup jauh dari Kota Jogjakarta yaitu sekitar 2 jam perjalanan, namun banyak orang rela menuju pantai ini karena memang sunset di pantai ini sungguh cantik. Ditunjang dengan kondisi pantai yang bersih, tempat ini juga sering digunakan sebagai lokasi pemotretan.

5. Bukit Bintang


Terletak di tepi Jalan Raya Jogja-Wonosari, Bukit Bintang merupakan salah satu tempat favorit kawula muda Jogja untuk menikmati senja dan menghabiskan malam. Karena lokasi ini memang menawan apalagi pada saat matahari mulai tenggelam. Matahari yang tenggelam dapat terlihat dengan jelas tanpa penghalang. Menjelang gelap lampu kota mulai menyala satu persatu dan menjadikan pemandangan malam di Bukit Bintang semakin indah.

Selasa, 04 Juni 2013

5 Lokasi Asyik di Jakarta Untuk Melepas Lelah Setelah 'Ngantor'





Apakah anda terjebak dalam rutinitas kerja sehari-hari? Pergi pagi pulang malam hampir setiap hari membuat seseorang akan dilanda kepenatan. Apalagi bagi yang bekerja di Jakarta, jalanan yang macet belum lagi kalau terjadi hujan bisa membuat orang frustasi. Untuk menghadapi hal-hal tersebut anda perlu melakukan refresing salah satunya dengan hangout atau berkumpul bersama teman-teman setelah ngantor. Di Jakarta banyak sekali tempat untuk sekedar istirahat , makan malam atau hangout bersama teman-teman. Berikut saya berikan 5 tempat yang recommended.

1. Kawasan Blok M


Blok M merupakan pusat perbelanjaan terpadu di Jakarta Selatan. Lokasinya cukup strategis karena masih satu kawasan dengan terminal Blok M. Para karyawan yang menggunakan angkutan umum dan transit di terminal Blok M bisa sedikit melepas lelah untuk mampir di kawasan ini. Di kawasan ini anda bisa melakukan banyak hal, Selain terdapat Mall dan tempat makan, disini juga terdapat area perbelanjaan kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, aksesoris, dsb. Anda bisa nongkrong disini dulu untuk kemudian melanjutkan perjalanan anda menuju tempat tinggal.

2. Pujasera Blok S


Lokasi ini terletak tidak jauh dari Blok M lokasi ini merupakan pusat jajan dan kuliner terpadu di Jakarta Selatan. Pujasera di belakang lapangan Blok S, Jakarta Selatan ini menyediakan berbagai jenis makanan, mulai menu lokal, seperti bakso, sate, kerak telor, nasi goreng, tahu gejrot, es buah, dan lainnya, hingga kuliner mancanegara, seperti steak dan nasi kebuli. Anda bisa makan sepuasnya disini dan harganya pun terjangkau.

3. Plaza Semanggi


Kalau anda ingin menghabiskan waktu di Mall selepas 'ngantor' Plaza Semanggi bisa menjadi pilihan. Mall yang terletak di kawasan strategis Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto ini memang cukup ramai saat jam-jam pulang kantor. Lokasinya yang berdekatan dengan area perkantoran terpadu ini banyak didatangi karyawan untuk sekedar makan malam atau hang-out.

4. Plaza Festival (Pasar Festival)


Tempat ini dulu bernama pasar festival. Kawasan Pasar Festival diketahui telah dibuka untuk publik sejak 1 September 1994. Kawasan ini merupakan kawasan terpadu berupa arena olahraga, mall dan tempat makan. Saat ini pasar festival berubah menjadi plaza festival. Terletak di area perkantoran Jalan Rasuna said Kuningan, tempat ini sering jadi jujugan para karyawan untuk melepas lelah setelah bekerja. Kalau anda orang yang suka berolahraga tempat ini bisa menjadi pilihan, di lokasi ini terdapat lapangan bulutangkis, bowling bahkan juga terdapat lapangan bola. Setelah lelah berolahraga pun anda bisa menikmati makanan yang ada karena restoran pun cukup banyak dan bervariasi disini.

5. Bundaran HI


Bundaran HI merupakan ikon dari Jakarta. Terletak di Jalan M.H Thamrin, lokasi ini banyak dijadikan sebagian pekerja kantoran untuk nongkrong. Banyak pengendara motor ataupun karyawan yang menggunakan angkutan umum mampir di lokasi ini hanya sekedar untuk melepas lelah. Pada malam hari di lokasi ini banyak terdapat penjaja kopi menggunakan sepeda. Minum kopi dan nongkrong bersama teman di Bundaran HI bisa jadi alternatif pilihan anda untuk sekedar melepas kepenatan bekerja di Jakarta.

Itulah beberapa lokasi di Jakarta yang bisa menjadi rekomendasi untuk melepas lelah setelah bekerja seharian. Atau mungkin anda punya alternatif lokasi lain yang bisa dijadikan pilihan?

Senin, 03 Juni 2013

Foto-foto yang berasa bukan di Jogja. Ayo tebak dimana saja lokasi foto-foto ini.

Jogjakarta menawarkan sejuta keindahan alam yang tiada duanya. Banyak tempat menarik yang bisa kita datangi disini. Namun begitu belum semua orang mengenal lokasi-lokasi wisata di Jogja. Bahkan beberapa orang tidak tahu menahu ada beberapa tempat menarik yangterdapat di Jogja. Berikut saya tampilkan foto-foto mengenai lokasi wisata yang berada di Jogja yang memang sepintas tidak seperti di Kota Jogja. Mungkin anda bisa menebak dimana lokasi-lokasi wisata ini.

1.Dimanakah lokasi ini? Anda pasti menebak di Bali?


2. Dimanakah lokasi ini? Lombok?


3. Dimanakah ini? Padang? Papua?


4. Hayo ini dimana? Eropa? 


5. Kalau ini dimana? Sahara?


6. Anda pasti menebak foto ini di Bali?


bagaimana ada yang bisa menebak semua foto dengan benar. Apakah lokasi-lokasi wisata dalam foto itu pernah anda datangi sebelumnya. Oke berikut saya berikan kunci jawabannya. Mungkin setelah anda tau lokasi-lokasi ini pasti anda punya keinginan untuk pergi kesana bukan?

1. Pantai Ngobaran, Gunungkidul
2. Pantai Ngrenehan, Gunungkidul
3. Kebun Buah Mangunan, Imogiri
4. Kampung Tua Kotagede
5. Gumuk Pasir Parangtritis
6. Pantai Ngobaran, Gunungkidul